Showing posts with label novel. Show all posts
Showing posts with label novel. Show all posts

Monday, February 22, 2016

Interview GetScoop dengan Kalex dan Kak Erlin



Buat yang kepingin tau proses penulisan Bayangan Kematian, ayo baca interview Kalex dan Kak Erlin di Getscoop di http://www.getscoop.com/berita/ngobrolin-buku-teenlit-bayangan-kematian/! ^o^

Wednesday, January 6, 2016

Coming Soon: Bayangan Kematian by Lexie Xu & Erlin Cahyadi

TERBIT 9 FEBRUARI 2016!

Penulis: Lexie Xu & Erlin Cahyadi
Editor: Tri Saputra

Sinopsis:

Erin Winata
Aku tidak pernah menyangka kehidupan SMA-ku menjadi rumit. Bayangkan, hanya baru saja resmi menjadi anak SMA, aku malah melihat pembunuhan! Yang lebih parah lagi, pelaku pembunuhan itu tahu aku telah melihatnya, dan kini mengincar nyawaku! Belum lagi aku harus menghadapi kenyataan bahwa satu-satunya cowok yang kusukai ternyata punya hubungan istimewa dengan sahabatku sendiri. Mana mungkin ada yang lebih sial daripada aku?

Lusi Rimba
Tadinya hari-hariku aman, damai, dan cenderung membosankan. Satu-satunya hal yang merecoki ketenangan hidupku hanya Joni alias Jonathan, si cowok sedingin es yang gaya rambutnya sudah ketinggalan mode sepuluh tahun. Namun, semua itu berubah saat aku menyaksikan pembunuhan bersama sahabatku. Lebih gawat lagi, korbannya malah menghantuiku dan mengatakan dia akan membalaskan dendamnya kepada kami semua karena sudah membuatnya menderita. Oh Tuhan, bagaimana cara kami meloloskan diri dari pembalasan hantu jahat dan dengki itu?

Saturday, December 5, 2015

Read When She's Dead online ^o^



Mau baca naskah terbaruku, novel romantis thriller hasil kolaborasi bersama Christina Tirta? Ayo, gabung dengan Gramedia Writing Project dan baca secara onlen di http://gwp.co.id/when-shes-dead/. Kalian juga bisa membaca novel ini di akun Kalex di Wattpad. Happy reading!

Monday, November 2, 2015

Teaser Bayangan Kematian



Dear Lexsychopaths,

Saat ini Kalex dan Kaerlin sedang ngerjain revisi dari novel kolaborasi terbaru kami yaitu Bayangan Kematian. Novel ini ber-setting di ruang musik berhantu yang sering digunakan oleh Daniel Yusman (sementara Rima mengintai dari luar), dan mengisahkan apa yang terjadi sampai-sampai ruang musik itu dijuluki ruang musik berhantu. Untuk yang udah baca Omen #7: Target Terakhir, pasti tahu bahwa ruangan itu juga digunakan oleh anak-anak The Judges angkatan pertama untuk pertemuan-pertemuan mereka, dan bahwa Jonathan Guntur merasakan adanya pertalian dengan apa pun juga yang "menghuni" ruangan itu.

Penasaran nggak? Doain ya supaya novel ini bisa terbit secepatnya! ♥♥♥

xoxo,
Lexie

Thursday, July 23, 2015

Coming Soon Omen #7: Target Terakhir

TERBIT 28 AGUSTUS 2015!

Penulis: Lexie Xu
Editor: Novera Kresnawati
Cover illustrator: Regina Feby


File 7: Kasus Pelenyapan Anggota-Anggota The Judges

Tertuduh: Siapa lagi kalau bukan Nikki si cewek bermulut nyaris sobek dan ibu angkatnya yang psikopat? Kali ini mereka juga mengajak serta satu oknum lain, yaitu Arman, pacar baru Nikki yang rupanya tidak kalah jahatnya dibanding Nikki. Selain itu, lagi-lagi mereka membawa geng motor Rapid Fire yang tinggal separuhnya setelah sebagian besar dikirim ke rumah sakit oleh si Obeng… maksudku, Les.

Fakta-fakta sejauh ini: Gara-gara terlalu nafsu mengalahkan kami di Pekan Olahraga, tahu-tahu saja Nikki mendapatkan dirinya mendapat beasiswa dan akan dikirim ke luar negeri dalam waktu singkat. Jadilah mereka mulai melakukan aksi-aksi gila, seperti menculik si Obeng dan menyiksanya habis-habisan, menjebak Rima, dan meledakkan rumah Daniel. Supaya tidak melibatkan lebih banyak orang lagi, ayah Val memerintahkan pembubaran The Judges. Sesuai dugaan, kemarahan Nikki dan ibunya tercurah pada kami, para anggota The Judges. Namun tidak disangka, satu per satu teman kami mulai lenyap. Ini adalah endgame Nikki dan ibunya, yang berarti, kemungkinan besar teman-teman kami tidak bakalan kembali hidup-hidup.

Misi kami: Menyelamatkan teman-teman kami sebelum semuanya tewas dibunuh Nikki dan ibunya.

Penyidik Kasus Utama,
Erika Guruh
(dibantu para bawahan: Valeria Guntur, Viktor Yamada, Leslie Gunawan, Damian Erlangga, dan figuran-figuran lainnya)

Sunday, March 29, 2015

Coming soon: Kumcer Teenlit 11 Jejak Cinta

TERBIT 27 APRIL 2015!!

Penulis: Charon, Clio Freya, Dyan Nuranindya, Ken Terate, Lexie Xu, Luna Torashyngu, Mia Arsjad, Pricillia A.W, Primadonna Angela, Shandy Tan, Windhy Puspitadewi
Ilustrator: Orkha Creative

Penyesalan, penolakan, perpisahan memberi jejak kepedihan akibat cinta. Namun kisah kehilangan tidak pernah menyurutkan rasa. Takdir cinta yang ambigu tidak pernah membuat kita ragu.

Hening dalam bahagia. Mencecap rasa menikmati suka. Kadang kita menemukan cinta ketika tak mengindahkan keberadaannya. Apakah cinta hanya fatamorgana ataukah dia meninggalkan jejak dalam hati kita?

Ke-11 pengarang Teenlit GPU lintas generasi mempersembahkan cinta mereka untuk para penggemar melalui kumpulan cerpen ini.

11 Jejak Cinta menyuguhkan beragam rasa dan tema kisah remaja yang menyentuh hati. Selamat menyusuri jejak-jejak cinta yang tertinggal di buku ini!

Saturday, October 11, 2014

Review The Silkworm (Robert Galbraith)

Sinopsis sampul belakang: 

Seorang novelis bernama Owen Quine menghilang. Sang istri mengira suaminya hanya pergi tanpa pamit selama beberapa hari—seperti yang sering dia lakukan sebelumnya— lalu meminta Cormoran Strike untuk menemukan dan membawanya pulang.

Namun, ketika Strike memulai penyelidikan, dia mendapati bahwa perihal menghilangnya Quine tidak sesederhana yang disangka istrinya. Novelis itu baru saja menyelesaikan naskah yang menghujat orang banyak—yang berarti ada banyak orang yang ingin Quine dilenyapkan.

Kemudian mayat Quine ditemukan dalam kondisi ganjil dengan bukti-bukti telah dibunuh secara brutal. Kali ini Strike berhadapan dengan pembunuh keji, yang mendedikasikan waktu dan pikiran untuk merancang pembunuhan yang biadab tak terkira.

Detektif partikelir Cormoran Strike beraksi kembali bersama asistennya, Robin Ellacott, dalam novel misteri kedua karya Robert Galbraith, pengarang bestseller nomor 1 internasional The Cuckoo’s Calling. Robert Galbraith adalah nama alias J.K. Rowling.

“Kisah yang memikat, bukan hanya karena kejutan dan pelintirannya, tapi juga karena kerja tim yang seru... tokoh-tokoh yang ingin kita ketahui kelanjutan ceritanya.”
Time

The Silkworm (Ulat Sutra)
Penulis : Robert Galbraith
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tanggal Terbit: 11 Oktober 2014
Harga: Rp. 119.000,-
Tebal: 536 halaman

“Penulis memang berbeda,” kata Waldegrave. “Aku belum pernah bertemu penulis bagus yang tidak sedikit nyentrik.”
The Silkworm oleh Robert Galbraith, halaman 118

“Jika Anda mengharapkan persahabatan seumur hidup, dan persahabatan yang tidak egois, bergabunglah dengan militer dan belajarlah membunuh. Kalau Anda menginginkan aliansi temporer seumur hidup dengan sesama yang akan menari gembira di atas setiap kegagalan Anda, menulislah novel.”
― Michael Fancourt, halaman 467, The Silkworm oleh Robert Galbraith

“Seluruh dunia menulis novel, tapi tidak ada yang membacanya.”
― Michael Fancourt, halaman 469, The Silkworm oleh Robert Galbraith

Alkisah, tersebutlah tiga orang penulis yang dipegang oleh seorang agen: Joe North, Michael Fancourt, dan Owen Quine. Mereka bertiga masih muda, penuh bakat, dan bersahabat baik. Namun seperti layaknya kisah-kisah tragis, Joe North yang justru paling ganteng dan berhati baik meninggal lantaran sakit, meninggalkan rumahnya yang indah untuk kedua sobat yang dikasihinya. Michael dan Owen mengatasi dukanya dengan caranya masing-masing. Michael mengerjakan naskah yang ditinggalkan Joe dan berhasil menjadikan peninggalan sobatnya itu sebagai novel bestseller, sementara Owen mengerjakan novelnya The Balzac Brothers, yang terinspirasi dari persahabatan mereka bertiga. Selang beberapa waktu kemudian, istri Michael bunuh diri lantaran novel barunya dijadikan parodi dan menjadi bahan tertawaan seluruh negeri. Tertuduh utama: Owen Quine.

Beginilah latar belakang kasus yang dihadapi oleh Cormoran Strike, detektif partikelir berkaki satu yang perfeksionis. Lagi capek-capeknya dengan berbagai masalah yang ada, tahu-tahu saja muncul Leonora Quine yang bertampang lusuh dan berharap Cormoran bisa membantunya menemukan suaminya yang hilang. Berhubung sedang capek—dan mungkin karena itu lupa dengan salah satu masalahnya adalah butuh duit—sifat idealis Cormoran nongol mendadak. Dengan tegas dia menolak klien yang menghasilkan dan justru menerima kasus yang kemungkinan besar tidak bakalan dibayar ini.

Dari sinopsis belakang novel, kita mengetahui bahwa Cormoran akan mendapatkan bahwa orang yang dicarinya, Owen Quine, tewas dengan cara yang sangat mengerikan di rumah peninggalan almarhum sobat dekatnya. Alasannya, gara-gara penulis yang sepertinya menyebalkan banget ini menulis naskah berjudul Bombyx Mori alias Ulat Sutra, yang isinya membongkar rahasia teman-teman sesama penulis, editor, bahkan pemilik penerbit, dengan bahasa yang vulgar dan menjijikkan ala Owen Quine. Celakanya, naskah ini pun tersebar ke seluruh negeri, membuatnya jadi musuh bebuyutan rekan-rekannya.

Pertanyaannya: siapa yang tega membunuh Owen Quine dengan cara yang begitu mengerikan? Apakah salah satu orang yang dicelakainya, ataukah justru sang penulis naskah sendiri?

Kisah The Silkworm menjadi personal bagi saya ketika kisah ini menceritakan kehidupan para penulis, yang kebetulan adalah profesi saya. Meski begitu, profesi penulis dipilih hanya untuk mewakili profesi-profesi lain, karena persaingan tidak sehat yang dilukiskan di novel ini tidak hanya terjadi dalam dunia kepenulisan, melainkan juga dalam profesi-profesi lain (termasuk juga ibu rumah tangga dan murid-murid sekolah). Omong-omong, saya punya banyak sobat penulis yang baik-baik, jadi saya yakin persaingan tidak sehat ini hanya dilakukan oleh segelintir orang. (^_^)v

Kisah pembunuhan yang diceritakan di The Silkworm luar biasa, dengan jalan penyelidikan yang menegangkan dan kisah-kisah menarik dari berbagai pihak, dan diakhiri dengan penyelesaian yang tidak terduga. Oke, pelakunya memang sudah bisa ditebak karena motif dan keterlibatannya tersebar di seluruh cerita, akan tetapi tetap saja, ada rahasia tak terduga yang luar biasa di akhir kisah, menciptakan ending yang membuktikan bahwa di dunia ini masih ada kebesaran hati. Sekali lagi saya mengucapkan “brilian!” untuk Robert Galbraith atas bukunya yang luar biasa, dengan karakter-karakter kuat yang mengagumkan, dan saya akan menantikan kelanjutan kisah ini dengan setia. Omong-omong, saya suka sekali dengan Al, adik Cormoran, yang sepertinya mengenal—atau lebih tepatnya lagi, dikenal—semua orang penting yang muncul. Semoga perannya di buku-buku berikutnya semakin besar.

The Silkworm diterjemahkan di Indonesia dengan judul Ulat Sutra oleh Siska Yuanita, editor senior, sementara puisi-puisinya diterjemahkan oleh M. Aan Mansyur. Diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama dengan desain sampul mengikuti novel asli, dengan beberapa perubahan manis dilakukan oleh Marcel A.W.

Review ini juga di-post di Goodreads.

Monday, September 22, 2014

Omen #6: Sang Pengkhianat

TERBIT 9 OKTOBER 2014!!

Penulis: Lexie Xu
Editor: Novera Kresnawati
Cover Illustrator: Regina Feby

File 6 : Kasus Penjahit Manusia dengan Korban Atlet-Atlet Unggulan Pekan Olahraga

Tertuduh : Kami. Yep, kalian tidak salah baca. Kami-kami yang seharusnya menyelidiki kasus ini malah menjadi tertuduh lantaran ada beberapa saksi yang mengatakan mereka melihat kami di tempat kejadian. Tentu saja kami tidak sudi pasrah dengan situasi ini dan bertekad untuk menyelidikinya. Kecurigaan kami jatuh pada dua cewek paling jahat di sekolah kami: Nikki dan Eliza. Tambahan lagi, kini mereka mendapat bantuan dari Damian Erlangga sang pangeran iblis, serta mantan sobat kami yang kini menjadi musuh bebuyutan kami: Erika Guruh.

Fakta-fakta : Pada hari-hari menjelang Pekan Olahraga, atlet badminton unggulan sekolah kami ditemukan di lapangan badminton dalam kondisi tidak sadar dengan mata, mulut, dan anggota badan terjahit rapat. Saksi mata berupa sahabat korban mengatakan dia melihat Rima berkeliaran di dekat lapangan pada saat kejadian. Di siang hari, pada hari yang sama, kapten tim futsal ditemukan mengalami kejadian tragis yang sama, dan kali ini orang-orang melihat Putri Badai melarikan diri dari tempat kejadian. Keesokan harinya ada “tips tepercaya” yang mengatakan Aya akan melakukan kejahatan berikutnya, dan sebelum kami sempat melakukan sesuatu Aya sudah ditahan polisi.

Misi kami : Menemukan pelaku sebenarnya sebelum kami dihukum untuk perbuatan yang tidak kami lakukan.

Penyidik kasus,
Valeria Guntur, Rima Hujan, Putri Badai, dan Aria Topan

Sunday, May 25, 2014

Omen #5: Kutukan Hantu Opera

TERBIT 12 JUNI 2014!!

Penulis: Lexie Xu
Editor: Novera Kresnawati
Cover Illustrator: Regina Feby

File 5: Kasus Penganiayaan Anak-anak Pelaku Kejahatan SMA Harapan Nusantara Pada Malam Pementasan Kutukan Hantu Opera

Tertuduh: Lagi-lagi Kelompok Radikal Anti-Judges. Kali ini, muncul seseorang yang belum apa-apa sudah berani mati mengakui dirinya sebagai lawan kami. Damian Erlangga, anak baru misterius yang dipenuhi berbagai gosip brutal yang bikin dirinya ditakuti semua orang. Sepertinya dia menaruh minat pada Putri Badai. Mungkin naksir. Selain itu, kami juga harus memperhitungkan Nikki dengan senyum-mulut-robek-nya yang menghantui mimpi buruk kami, serta seseorang yang muncul dari masa lalu Erika.

Fakta-fakta sejauh ini: Diadakan pementasan Phantom of the Opera kendati sudah ada legenda mengenai kutukan Hantu Opera. Gosipnya, saat drama itu dipentaskan, akan ada banyak orang yang mati. Pada saat latihan drama, Aya nyaris saja mengalami kecelakaan yang mengancam nyawanya. Selain itu, masih ada banyak gangguan lain (dicurigai beberapa di antaranya bukan ulah iseng Erika). Kemudian, pada malam pementasan drama, satu per satu orang yang pernah melakukan kejahatan di SMA Harapan Nusantara ditemukan dalam kondisi kritis dan topeng terbelah. Lebih celakanya lagi, di tengah-tengah drama, Valeria hilang.

Misi kami: Menemukan Valeria dan membekuk pelaku kutukan Hantu Opera.

Penyidik Kasus,
Putri Badai, Aria Topan, & Rima Hujan
+ Erika Guruh & Valeria Guntur

Tuesday, March 18, 2014

My Questions

Bukan cuma pembaca yang suka nanya-nanya ke penulis, men. Aku juga seriiing sekali ingin tau apa pendapat pembaca tentang novelku (semua penulis juga gitu kali ya), terutama hal-hal mendetail seperti:

1. Dari lima cewek pemeran utama Omen Series, siapa yang paling kalian sukai?

2. Dari enam cowok pemeran utama Omen Series, siapa yang paling kalian sukai?

3. Dari lima pasangan Omen Series (termasuk threesome Aya), yang mana yang paling kalian sukai?

4. Menurut kalian, siapakah pemeran utama Omen Series?

5. Untuk POV terakhir, siapa yang paling kalian inginkan?

Ayo, cepet dijawab! *malak*

xoxo,
Lexie

Sunday, January 26, 2014

Ingin Mendengarkan Suara Johan?

Ayo klik link ini: https://soundcloud.com/lexiexu/johan-series. Serem nggak? (^_^)v

Sebenarnya, rencananya soundcloud ini bakalan dipakai sebagai background sound dari booktrailer Johan Series. Tapi rasanya aneh juga tiba-tiba bikin booktrailer Johan Series padahal buku-bukunya sudah terbit lama. Yah, akan disimpan untuk kesempatan lain deh. Seperti Johan Series cetak ulang ganti cover. Menurut kalian gimana?

Monday, January 20, 2014

Omen #4: Malam Karnaval Berdarah

TERBIT 6 FEBRUARI 2014!!

Penulis: Lexie Xu
Editor: Novera Kresnawati
Cover illustrator: Regina Feby

File 4 : Kasus perusakan wajah anggota OSIS SMA Harapan Nusantara di malam karnaval.

Tertuduh: Kelompok Radikal Anti-Judges. Tidak diketahui siapa sebenarnya anggota kelompok yang namanya jelek banget ini, meski kami punya dugaan kuat: Erika Guruh dan Valeria Guntur, dua anggota The Judges yang membelot lantaran tidak menyetujui kebijakan-kebijakan OSIS. Tambahan lagi, mereka berdua adalah kombinasi paling mematikan di sekolah kami yang sanggup melawan Putri Badai si Hakim Tertinggi, yang punya sekutu berupa ketua OSIS yang punya kemampuan misterius dan wakilnya yang berandalan, alias kami berdua.

Fakta-fakta: Putri Badai menerima surat-surat ancaman untuk membubarkan susunan keanggotaan OSIS dengan tuduhan pemungutan suaranya dimanipulasi. Saat Putri menolak menanggapi mereka, kami menemukan mayat binatang diletakkan di ruang OSIS. Lebih parahnya lagi, di acara pertama yang dilakukan oleh OSIS, mereka mulai mengincar anggota-anggota OSIS yang populer. Satu per satu ditemukan dalam kondisi pingsan, dengan tubuh penuh luka dan wajah yang dirusak.

Misi kami: Menemukan pelaku sebenarnya sebelum persahabatan kami hancur untuk selamanya.

Penyidik Kasus,
Rima Hujan & Daniel Yusman

Wednesday, December 25, 2013

Review The Cuckoo's Calling (Robert Galbraith)

Ketika seorang supermodel jatuh dari ketinggian balkon di Mayfair yang bersalju, polisi menetapkan bahwa ini kasus bunuh diri. Namun, kakak korban meragukan keputusan itu, dan menghubungi sang detektif partikelir, Cormoran Strike, untuk menyelidikinya.

Strike seorang veteran perang yang memiliki luka fisik dan luka batin. Hidupnya sedang kisruh. Kasus ini memberinya kelonggaran dalam hal keuangan, tapi menuntut imbalan pribadi yang mahal: semakin jauh dia terbenam dalam kasus ini, semakin kelam kenyataan yang ditemuinya---dan semakin besar bahaya yang mengancam nyawanya...

Kisah misteri yang mencekam dan anggun, mengelana di antara atmosfer London yang pekat---dari jalanan Mayfair yang mewah dan sunyi, ke bar-bar suram di East End, hingga ke keriuhan Soho. The Cuckoo’s Calling adalah kisah misteri yang menawan.

Memperkenalkan Cormoran Strike, inilah novel kriminal pertama J.K. Rowling, menggunakan nama alias Robert Galbraith.

“Sesekali, muncul seorang detektif partikelir yang langsung merenggut imajinasi pembaca... [Galbraith] memiliki sentuhan ajaib dalam menggambarkan London dan memperkenalkan jagoan barunya.”
—Daily Mail



The Cuckoo’s Calling (Dekut Burung Kukuk)


Penulis: Robert Galbraith
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Terbit: 22 Desember 2013
Harga: Rp. 99.000,-
Tebal: 520 halaman


“Bagaimana kematian seseorang yang tak pernah kaukenal begitu memengaruhimu?”
― Robert Galbraith, The Cuckoo’s Calling

“Yang mati hanya bisa berbicara melalui mulut orang-orang yang ditinggalkan, dan melalui tanda-tanda yang terserak di belakang mereka.”
― Robert Galbraith, The Cuckoo’s Calling

Siapa yang tidak kenal dengan J.K. Rowling? Penulis serial Harry Potter ini sudah identik banget dengan novel-novel bergenre fantasi. Tidak diduga-duga, beliau akhirnya menulis novel bergenre misteri juga! Jelas, novel ini adalah salah satu novel yang paling dinantikan di tahun 2013 ini. Thanks God, saya memiliki kesempatan untuk membaca buku ini jauh lebih cepat dari yang saya duga.

The Cuckoo’s Calling ditulis oleh J.K. Rowling dengan nama pena Robert Galbraith. Mengingat salah satu penulis favorit saya yang lain yang juga menulis dengan nama pena (Nora Roberts sebagai J.D. Robb), saya sudah mengharapkan novel yang sangat jauh berbeda dengan Harry Potter. Ternyata, harapan saya tidak sia-sia, bahkan lebih baik lagi: gaya penulisan Robert Galbraith yang lincah, cerdas, dan kocak benar-benar sesuai dengan gaya penulisan yang saya sukai. Dalam sekejap, saya langsung jatuh cinta pada Robert Galbraith.

Satu-satunya persamaan dengan serial Harry Potter—hal yang sangat saya syukuri—adalah tokoh-tokoh dengan karakter kuat, baik tokoh-tokoh utama maupun para figuran. Beberapa menyebalkan, tetapi kebanyakan sangat menarik. Lebih banyak menggunakan adegan-adegan singkat dan menarik ketimbang kata-kata sifat, Robert Galbraith mampu membuat kita semua menyukai Cormoran Strike dan bersimpati pada kisah hidupnya yang tidak terlalu bahagia. Mau tidak mau kita juga langsung menyukai Robin Ellacott, sang asisten, yang lebih memilih gaji kecil dan pekerjaan mengasyikkan daripada gaji besar dengan pekerjaan membosankan. Kita ikut memikirkan kesedihan sang korban, Lula Landry alias Cuckoo, yang cantik dan eksotis, dengan hidup yang berantakan dan pacar yang lebih berantakan lagi. Yang tidak kalah menarik bagiku adalah Ciara Porter, si supermodel pirang yang aslinya ternyata jauh lebih menarik daripada foto-fotonya.

Sesuai dengan sinopsis di cover belakang, The Cuckoo’s Calling adalah kisah mengenai penyelidikan seorang detektif partikelir bernama Cormoran Strike atas pembunuhan seorang supermodel bernama Lula Landry yang juga dikenal dengan julukan Cuckoo. Di awal kisah, kondisi Cormoran Strike yang sedang malang-malangnya mulai berubah saat dia bertemu dengan asisten baru, Robin Ellacott yang cantik, cerdas, dan panjang akal. Penyelidikan mengenai Lula mengantarnya pada saksi-saksi yang menarik, yang bisa diandalkan maupun yang suka berbohong, yang benar-benar menyukai Lula maupun yang hanya menginginkan keuntungan pribadi. Pada akhirnya, kisah ditutup dengan penyelesaian yang sempurna, yang menjelaskan setiap kejanggalan dan keanehan yang ditemui oleh Cormoran.

Meski demikian, semuanya tidak benar-benar berakhir. Timbul banyak pertanyaan mengenai Cormoran dan Robin. Apakah Cormoran akan bertemu dengan ayahnya? Bagaimanakah kelanjutan hubungan Robin dengan Matthew setelah dia membuat keputusan penting mengenai karirnya? Apakah harapan kita para pembaca akan terwujud untuk melihat Cormoran bersama-sama dengan Robin? Saya rasa, setiap pembaca The Cuckoo’s Calling pasti akan memiliki keinginan yang sama: kami ingin segera membaca sekuelnya! Keinginan ini sepertinya akan terwujud, karena di Goodreads kita bisa melihat bahwa ini hanyalah buku pertama dari serial Cormoran Strike. Yayyy!

Secara singkat, pendapat saya untuk The Cuckoo’s Calling bisa diringkas dalam satu kata: brilian! Setelah menulis serial Harry Potter yang terkenal, J.K. Rowling sanggup menciptakan novel lain dengan genre dan gaya penulisan yang sangat berbeda dengan buku perdana yang sangat menjanjikan. Untuk selanjutnya, kita bisa mengharapkan buku-buku luar biasa lain lagi dari J.K. Rowling. Mungkin dengan genre lain—horor?

The Cuckoo’s Calling diterjemahkan di Indonesia dengan judul Dekut Burung Kukuk oleh Siska Yuanita, editor senior, dan diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama. Desain sampul yang manis dilakukan oleh Marcel A.W.

Review ini juga di-post di Goodreads.

Thursday, October 24, 2013

Kumpulan Cerpen: Tales From The Dark

Penulis: Christina Juzwar, Christina Tirta, Dadan Erlangga, Erlin Cahyadi, Lea Agustina Citra, Lexie Xu, Luna Torashyngu, Poppy D. Chusfani, Pricillia A.W., Regina Feby, Valleria Verawati, Veronica B. Vonny, Yennie Hardiwidjaja
Editor: Novera Kresnawati
Cover Illustrator: Dadan Erlangga

Sinopsis:
“Ini adalah kumpulan kisah kami. Kisah-kisah yang kami bisikkan dalam kegelapan, kisah-kisah sebelum kami bertemu kematian...”

Saat cewek-cewek populer mengadakan slumber party, Marcia malah menemukan sebuah video yang tidak boleh dilihat. Windy terpaksa tinggal di rumah tua milik kenalannya demi kuliah, dan tidak dinyana rumah itu menyimpan rahasia masa lalu yang tidak diingatnya lagi. Amira terkena hukuman untuk sesuatu yang bukan salahnya, dan semuanya berubah menjadi bencana saat dia menemukan jalan rahasia. Sementara Kinara tidak pernah mengerti, kenapa semuanya harus menjadi milik Galuh?

Ada pula kisah tentang rumah permintaan yang bisa mengabulkan apa saja untuk sebuah harga tinggi. Ada kisah tentang kakak-beradik yang terjebak di ruko tua. Ada kisah tentang pacar lama yang menagih janji. Ada kisah tentang seorang cewek yang sakit hati karena dijadikan taruhan. Dan ada kisah tentang sebuah keluarga misterius yang terlalu bersemangat membuat kostum Halloween.

Pernahkah kalian dikuntit oleh perempuan berponi dengan rambut panjang? Pernahkah kalian mendapat hadiah-hadiah aneh yang semakin lama semakin mengerikan? Pernahkah kalian menjanjikan sesuatu pada orang yang baru dikenal? Dan pernahkah kalian bertanya-tanya, apakah rahasia yang selalu disembunyikan sahabat terdekatmu?

Ini adalah kumpulan cerpen thriller dan horor dari 13 penulis dengan karakter yang berbeda-beda. Apakah kalian punya nyali untuk membacanya?

Thursday, October 3, 2013

OMEN #3: Misteri Organisasi Rahasia The Judges

Penulis: Lexie Xu
Editor: Novera Kresnawati
Cover Illustrator: Regina Feby

Sinopsis:
File 3 : Kasus penganiayaan murid-murid SMA Harapan Nusantara dalam proses seleksi anggota organisasi rahasia “The Judges”.

Tertuduh :
Penyelenggara proses seleksi itu, alias para anggota “The Judges” yang semuanya misterius, mencurigakan, dan menyebalkan. Sifat sok berkuasa mereka membuat mereka jadi tertuduh ideal. Belum lagi undangan demi undangan yang dilayangkan pada para anggota kendati sudah terjadi peristiwa-peristiwa tak mengenakkan, menandakan mereka tidak peduli pada korban. Tentu saja, tertuduh utama adalah pemimpin organisasi sok keren ini, si Hakim Tertinggi.

Fakta-fakta :
Pada minggu terakhir tahun ajaran, surat-surat undangan dilayangkan pada anak-anak paling cerdas dan berbakat di kelas X, mengajak kami untuk mengikuti proses seleksi untuk menjadi anggota organisasi paling berpengaruh di sekolah kami. Tidak dinyana, satu per satu kami diserang secara brutal pada proses seleksi, ditinggalkan dalam posisi seolah-olah mereka menjadi korban ritual sebuah upacara.

Misi kami :
Menemukan pelaku kejahatan sebelum kami sendiri menjadi korban.

Penyidik Kasus,
Erika Guruh, Valeria Guntur, dan Rima Hujan

Saturday, June 8, 2013

Fun Facts About Tujuh Lukisan Horor

1. Cover versi pertama sebetulnya adalah ini:



Akan tetapi, rupanya Regina Feby aka sang ilustrator ketakutan sendiri saat menggambarnya (buahahahaha), jadi akhirnya mata merahnya dihilangkan. ^^

2. Judul aslinya adalah "Lukisan Horor" saja, akan tetapi editor menyarankan untuk menambahkan kata "Tujuh" di depannya. Anehnya, naskah ini adalah naskah solo ketujuh yang dikirimkan oleh Lexie ke penerbit. ^^

3. 7LH adalah buku kedua dari serial Omen Series yang direncanakan terdiri dari tujuh buku.

4. Kemunculan pertama Rima Hujan, tokoh ketiga dari Omen Series setelah Erika Guruh dan Valeria Guntur.

5. Menyisipkan kisi-kisi tentang siapa pasangan Rima Hujan (Rain & Rain). Can you tell who he is? ^^

xoxo,
Lexie

Thursday, June 6, 2013

OMEN #2: Tujuh Lukisan Horor

Penulis: Lexie Xu
Editor: Novera Kresnawati
Cover Illustrator: Regina Feby

File 2 :  Kasus lenyapnya sejumlah orang secara misterius di SMA Harapan Nusantara.

Tertuduh :
Algojo bertampang monster dan bersenjata parang yang mengerikan, yang konon keluar dari Tujuh Lukisan Horor karya Rima Hujan. Gosipnya, dia berniat menjatuhkan hukuman kepada orang-orang yang terlibat dalam tragedi tahun lalu. Tidak diketahui apakah tokoh ini nyata atau hasil imajinasi.

Fakta-fakta :
Sebuah surat ancaman dilayangkan ke Kepala Sekolah SMA Harapan Nusantara, menyebabkan kami dilibatkan dalam peristiwa ini. Dengan bantuan mantan tukang ojek bermuka masam dan montir baik hati garis miring bos geng motor, kami pun mengadakan berbagai penyelidikan mengenai tragedi tahun lalu. Namun, satu demi satu orang yang terlibat dalam kejadian ini mulai lenyap. Yang tertinggal hanyalah ruangan berantakan akibat pergulatan dan lukisan yang menggambarkan hukuman mengerikan yang diterima oleh orang-orang tersebut. Tidak diketahui orang-orang ini masih hidup atau tidak.

Misi kami :
Menemukan orang-orang yang lenyap dan menyelamatkan mereka sekaligus membekuk pelaku kejahatan yang sebenarnya.

Penyidik Kasus,
Erika Guruh & Valeria Guntur