Wednesday, August 3, 2011

Oh Mama Oh Papa Aku Dijiplak Orang

Ceritanya, baru beberapa lama lalu Obsesi kena jiplak, eh sekarang giliran Pengurus MOS Harus Mati. Meski pelakunya berbeda, MO-nya sama: di-post sebagai note di Facebook, nama-nama tokohnya diganti, dipublikasikan di grup-grup supaya banyak yang nge-like, dan tentunya diakui sebagai karya sendiri.

Kesel? Banget. Dua kali dijiplak, dua kali aku ngomel panjang-lebar di Twitter, dua kali temen-temen Twitter ikut memaki dan bersimpati. (Sekali lagi, makasih atas dukungan dan penghiburan kalian semua. Lexie benar-benar merasa bersyukur kenal dengan kalian semua dehh! m(_ _)m)

Harus kuakui, yang jiplak Obsesi cukup fair. Waktu salah satu yang baca berkomentar, "Ini kan niru Obsesi!" dia bisa mengakui, "Wah, ketahuan!" Setelah kutegur pun, dia langsung buru-buru delete semua jiplakannya dan menulis di wall-nya, "Bagi yang kepingin baca lanjutannya, beli saja ya novel Obsesi!" Setahuku, setelah itu dia tidak meneruskannya lagi. Jadi bisa dibilang, itu hanya kekhilafan sekali waktu dan aku berterima kasih dia menerima semuanya dengan cukup baik.

Tapi yang jiplak PMHM, saat ditegur salah satu yang baca, "Ini kan niru PMHM!" dia malah delete teguran itu. Saat aku menegur pun dicuekin. Kebetulan aku nggak gaptek--ini kan IT, dunia yang cukup kukuasai--jadi aku tahu banget gimana harus mencari tahu apakah dia baru online dan sebagainya. Dengan kemampuan seperti itu, aku bisa berasa kalau dicuekin di dunia internet. *kemampuan yang tak menyenangkan*

Anyway, akhirnya tahu-tahu saja aku merenung, dan aku teringat sebuah cerita nyata. Alkisah, ada seorang penyanyi muda. Cowok, ganteng, gayanya oke (rambutnya sampe ditiru temen-temen cowokku), suaranya bagus, en lagu-lagunya beken. Dia juga didukung oleh teman-teman penyanyi cewek yang keren-keren. Pokoknya, hampir bisa dipastikan masa depannya gemilang.

Eh, sial banget, si penyanyi ini digosipkan gay oleh wartawan yang mau bikin sensasi. Mungkin tersinggung, mungkin takut merusak pasaran (karena kebanyakan fans-nya pasti cewek), dia pun menggugat si wartawan pencari sensasi. Alhasil, si wartawan kalah di pengadilan, harus bayar denda yang banyak, jatuh bangkrut, en menderita untuk selama-lamanya.

Sedangkan si penyanyi ganteng? Ternyata nasibnya tak jauh beda. Dia kehilangan simpati dan dukungan, malahan dianggap menghina kaum gay segala. Akibatnya, pamornya turun. Sekarang, namanya tak pernah terdengar lagi, sementara penyanyi cewek yang dulu beken bareng masih tetap eksis dan dianggap sebagai penyanyi senior yang harus dihormati. Tragis kan? Karena berusaha melawan orang yang menjahatinya lantaran ingin ngambil keuntungan, karirnya malah rusak untuk selama-lamanya.

Nah, aku bukan penyanyi beken (wahahaha), bahkan penulis beken pun masih belum. Bisa dibilang, karirku masih berada di awal perjalanan yang panjang ini. Tapi, aku tetap bisa belajar dari si penyanyi beken ini. Buat apa aku masalahin hal kecil? Oke, para tukang jiplak itu memang merusak pasaran, tapi biarlah. Pasaran yang mereka rusak itu kecil banget, sementara dunia ini sangat besar dan terbuka lebar untuk mereka yang berpotensi besar (semoga aku termasuk kategori ini, amin).

Sedangkan mereka, para penjiplak yang cuma bisa "nebeng" kemampuan, apa sih yang bisa mereka harapkan? Cuma sisa-sisa. Mereka mengira mereka bisa menipu orang-orang yang belum tahu, tapi orang-orang tidak bodoh. Suatu saat tipuan itu akan ketahuan, dan orang-orang takkan memercayai mereka lagi. Pada saat itu, yang tersisa hanyalah rasa malu dan sesal. Dan semoga, setelah ada penyesalan, mereka mau bertobat, karena orang yang tidak bertobat pasti akan menemui kehancuran.

Jadi saat ini, aku akan belajar untuk berbesar hati dan tidak marah-marah hanya karena masalah kecil. Makanya, semua ini aku anggap selesai di sini. ^o^

Tapi, aku juga berterimakasih sekali pada teman-teman yang sudah memberitahuku tentang si tukang jiplak. Berkat kalian, aku tahu masalah ini, dan ini bukan hal sepele. Meskipun aku bisa memaafkan si tukang jiplak, aku nggak berminat untuk berteman dengan orang-orang yang nggak menghargaiku. Jadi, untuk ke depannya, aku harap kalian akan terus mendukungku dan memberitahuku kalau ada kejadian serupa. Thank youu sebelumnya! ^^v

Until next time...

xoxo,
Lexie

10 comments:

Chipuds said...

seperti kataku kak, orang yang mengalami kerugian karena karnyanya di jiplak itu berarti tandanya karya yang kakak buat itu brilian *untuk kesekian kalinya aku bilang jangan geer hehe* dan juga mereka iri sama kakak bisa buat cerita sebagus itu. :D

Lexie Xu said...

Hihi iya, Fi, tapi sori ya, aku tetep ge-er dong! ^^v

Naranty Dara Vikitra said...

sabar ya kak. orang itu mungkin kagum sama karya kak lexie :D

Lexie Xu said...

Thank you yaa Naranty. Iya waktu itu sempet kesel tapi sekarang masalahnya untunglah dah beres. ^^

Thia said...

tetep semangat kak,bikin karya terus dan jangan pernah berhenti berkarya tunjukkan pada si penjiplak itu kalo kakak memiliki segudang ide sedangkan dia hanya bisa meniru.Semangat ya kak :D

Lexie Xu said...

@Thia: Thank you ya Thia, buat dukungannya! Amin deh, yang asli akan terus berkarya dengan ide-ide baru yang aneh-aneh... wkwk.

Siti Rahmasari Ning Ayu said...

kayanya aku pernah baca cerita yang ngejiplak PMHM deh kak.. dia ganti tokohnya pake nama member boyband indonesia bukan?

Lexie Xu said...

@Siti: Kalo gitu, yang dibaca Siti baru lagi. Yah, aku mah udah pasrah banget -__-

Wijayanti-kusuma-wardhani said...

Aku suka aja gitu ngebaca novel-novel lexie xu, hmm menurutku orang yang ngejiplak karyamu itu orang yang nggak kreatif dan berusaha menarik perhatian publik.
So, siapapun itu mencoba memaafkan akan lebih baik untuk kedepannya :)

Lexie Xu said...

@Wijayanti: Iya, bener banget... Dipikirin pun percuma ya. Mending mikirin cerita baru. Thanks ya! ^^