Sunday, July 16, 2017

MysteryGame@Area47 4: The Murderer's House™ Episode 4 (Episode Battle #1)

WAKTUNYA EPISODE BATTLE! 

Sejauh ini, kamu memiliki HP (Health Points) sebesar 100 HP. Dalam perjalananmu, setiap kali kamu menemukan kata-kata seperti (HP: -x), itu berarti HP-mu akan dikurangi dengan bilangan yang diwakili x. Sementara itu, musuhmu adalah Iron Man alias Bebet yang bongsor dan nyaris tak terkalahkan, yang memiliki 200 BP (Bebet Points), yang akan dikurangi setiap kali kamu bertemu kata-kata seperti (BP: -x). Siapkan kertas dan alat tulis. Ini saatnya kemampuan berhitungmu diuji bersamaan dengan keberanianmu!

Pengumuman: Sebelum episode battle, kalian tidak boleh terlambat mengirim email jawaban. Bagi yang terlambat, otomatis akan dieliminasi. Untuk memberi kalian waktu lebih banyak, Kalex akan mengepos episode battle dua minggu setelah episode sebelumnya.

Jika pada episode 3 kamu memilih: 
  1. pisau saku, klik di sini.
  2. minyak sayur, klik di sini.
  3. paku payung, klik di sini.
  4. air botol mineral, klik di sini.
  5. pisang, klik di sini.





PAKU PAYUNG

Kamu menyambar tali tambang yang bergelantungan dan langsung memanjat dengan secepat mungkin. Sayangnya, berhubung selama ini kamu adalah anak alim yang jarang melakukan berbagai macam kenakalan seperti memanjat pohon atau sejenisnya, kamu kurang gesit meski sedang berusaha menyelamatkan nyawamu sendiri. Kamu bisa merasakan tangan besar Bebet memegangi pergelangan tanganmu. Kamu panik dan merogoh ranselmu, mengeluarkan kotak paku payung dan melemparkannya ke arah Bebet bak Naruto dengan shuriken-nya. Kamu merasa bersalah karena salah satu paku payung mengenai muka Bebet, tapi kamu tidak punya waktu untuk mengkhawatirkannya. Kamu harus menggunakan kesempatan ini untuk menyelamatkan diri. (BP = -30)

Klik di sini untuk melanjutkan.




PALU

Kamu berhasil memanjat ke atas, tapi kini rintangannya adalah lubang yang kamu buat sebelumnya. Di saat kamu sedang terbirit-birit dikejar Bebet begini, kamu tidak sempat berhati-hati lagi. Karena lubang yang kamu buat dengan palu rada-rada kasar, kamu jadi tergores-gores waktu berusaha merangkak keluar dari dalam lubang itu. (HP=-10)


Klik di sini untuk melanjutkan.





BERI DIA BOLA


Jarvis menjaga pintu belakang dengan tampang sangar dan mengerikan. Tapi perhatiannya agak terpecah dengan bola yang tadi kamu berikan padanya. Dia mencakarmu saat kamu berusaha mendekati pintu keluar, tapi tidak mengejarmu lagi. Kamu tidak punya pilihan lain, terpaksa kamu kembali ke ruang depan. (HP=-5)


Klik di sini untuk melanjutkan.




PISANG

Kamu menyambar tali tambang yang bergelantungan dan langsung memanjat dengan secepat mungkin. Sayangnya, berhubung selama ini kamu adalah anak alim yang jarang melakukan berbagai macam kenakalan seperti memanjat pohon atau sejenisnya, kamu kurang gesit meski sedang berusaha menyelamatkan nyawamu sendiri. Kamu bisa merasakan tangan besar Bebet memegangi pergelangan tanganmu. Kamu panik dan merogoh ranselmu, mengeluarkan pisang dan mengupasnya dengan satu tangan, menggigit isinya dengan kemampuan yang tidak kamu punya, lalu melemparkan kulitnya ke bawah. Kamu puas banget saat melihat Bebet jatuh terpelanting akibat terinjak kulit pisang bak Donald Duck yang dikerjain Chip and Dale, tapi kamu tidak punya waktu untuk menikmatinya. Kamu harus menggunakan kesempatan ini untuk menyelamatkan diri. (BP = -20)


Klik di sini untuk melanjutkan.




GOLOK

Kamu berhasil memanjat ke atas, tapi kini rintangannya adalah lubang yang kamu buat sebelumnya. Di saat kamu sedang terbirit-birit dikejar Bebet begini, kamu tidak sempat berhati-hati lagi. Karena lubang yang kamu buat dengan golok rada-rada kasar, kamu jadi tergores-gores waktu berusaha merangkak keluar dari dalam lubang itu. (HP=-10)


Klik di sini untuk melanjutkan.




BERI DIA MAKAN

Jarvis menjaga pintu belakang dengan tampang sangar dan mengerikan. Mana gara-gara sudah makan, kucing itu tampak gendut dan penuh semangat. Lupa bahwa kamulah yang memberinya makan tadi, kucing itu mulai menyerangmu dengan cakarnya yang saat ini tampak mematikan di matamu. Kalah melawan kucing garang itu, kamu pun terbirit-birit kembali ke ruang depan. (HP=-15)


Klik di sini untuk melanjutkan.




AIR BOTOR MINERAL

Kamu menyambar tali tambang yang bergelantungan dan langsung memanjat dengan secepat mungkin. Sayangnya, berhubung selama ini kamu adalah anak alim yang jarang melakukan berbagai macam kenakalan seperti memanjat pohon atau sejenisnya, kamu kurang gesit meski sedang berusaha menyelamatkan nyawamu sendiri. Kamu bisa merasakan tangan besar Bebet memegangi pergelangan tanganmu. Kamu panik dan merogoh ranselmu, mengeluarkan botol air mineral, dan menuang isinya pada Bebet yang langsung gelagapan, tidak menyangka bakalan diguyur. Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan, kamu juga melempar botol kosongnya pada Bebet. Bebet berusaha menghindar, akan tetapi dia malah menabrak tembok. Kamu lega melihat Bebet kehilangan orientasi selama beberapa saat, tapi kamu tidak punya waktu untuk menikmatinya. Kamu harus menggunakan kesempatan ini untuk menyelamatkan diri. (BP = -50)


Klik di sini untuk melanjutkan.




KAPAK

Kamu berhasil memanjat ke atas, tapi kini rintangannya adalah lubang yang kamu buat sebelumnya. Di saat kamu sedang terbirit-birit dikejar Bebet begini, kamu tidak sempat berhati-hati lagi. Karena lubang yang kamu buat dengan kapak rada-rada kasar, kamu jadi tergores-gores waktu berusaha merangkak keluar dari dalam lubang itu. (HP=-15)


Klik di sini untuk melanjutkan.




KELUAR DARI RUANG BAWAH TANAH

Kamu memanjat tali dengan susah-payah. Sarung tanganmu membuat kamu berkali-kali tergelincir, dan kamu terpaksa melepaskan benda itu dari tanganmu. Akibatnya lebih gawat lagi. Kini telapak tanganmu berdarah-darah karena bergesekan dengan tali. Tapi kamu bukan anak kecil yang cengeng. Kamu mengertakkan gigimu dan terus memanjat. Pada akhirnya, kamu melihat lubang yang tadi sempat kamu buat.


Jika pada episode 2 kamu memilih: 
  1. Gergaji, klik di sini.
  2. Kapak, klik di sini.
  3. Palu, klik di sini.
  4. Tongkat bisbol, klik di sini.
  5. Golok, klik di sini.



SURUH DIA MENCIUM JEMPOL KAKIMU

Kucing itu menjaga pintu belakang dengan tampang sangar dan mengerikan. Tapi tampangnya waswas, mungkin ingat dengan bau jempol kakimu yang tidak begitu menyenangkan. Dia mencakarmu saat kamu berusaha mendekati pintu keluar, tapi tidak mengejarmu lagi. Kamu tidak punya pilihan lain, terpaksa kamu kembali ke ruang depan. (HP=-5)


Klik di sini untuk melanjutkan.




PISAU SAKU

Kamu menyambar tali tambang yang bergelantungan dan langsung memanjat dengan secepat mungkin. Sayangnya, berhubung selama ini kamu adalah anak alim yang jarang melakukan berbagai macam kenakalan seperti memanjat pohon atau sejenisnya, kamu kurang gesit meski sedang berusaha menyelamatkan nyawamu sendiri. Kamu bisa merasakan tangan besar Bebet memegangi pergelangan tanganmu. Kamu panik dan merogoh ranselmu, mengeluarkan pisau saku dan mulai menyabet-nyabet ke arah tangan Bebet yang memegangi kakimu. Bebet melolong saat pisau sakumu mengenai tangannya. Astaga, itu hanya goresan kecil, tapi kenapa Bebet langsung jadi lebay begitu?! Tapi kamu tidak punya waktu untuk mengata-ngatai Bebet. Kamu harus menggunakan kesempatan ini untuk menyelamatkan diri. (BP = -10)


Klik di sini untuk melanjutkan.




TONGKAT BISBOL

Kamu berhasil memanjat ke atas, tapi kini rintangannya adalah lubang yang kamu buat sebelumnya. Di saat kamu sedang terbirit-birit dikejar Bebet begini, kamu tidak sempat berhati-hati lagi. Karena lubang yang kamu buat dengan tongkat bisbol rada-rada kasar, kamu jadi tergores-gores waktu berusaha merangkak keluar dari dalam lubang itu. (HP=-15)


Klik di sini untuk melanjutkan.




KURUNG DIA

Kucing itu menjaga pintu belakang dengan tampang sangar dan mengerikan. Tapi sepertinya dia agak ngeri padamu lantaran kamu pernah mengurungnya. Akan tetapi kamu tidak berani mengambil risiko karena tampangnya yang garang banget, terpaksa kamu kembali ke ruang depan. (HP=-0)


Klik di sini untuk melanjutkan.




DAPUR

Dengan badan berdarah-darah kamu berhasil lolos dari ruang bawah tanah itu. Di saat kamu mengira kamu sudah bisa kabur dari rumah itu, mendadak kamu melihat sosok hitam mungil di depanmu. Rupanya itu adalah Jarvis. Tadinya kamu menganggap Jarvis adalah kucing lucu yang malang, tapi kini dia tampak seperti macan kecil yang siap membela tuannya.


Jika pada episode 1 kamu memilih: 
  1. Beri dia makan, klik di sini.
  2. Kurung dia, klik di sini.
  3. Beri dia bola, klik di sini.
  4. Keluarkan dia dari rumah, klik di sini.
  5. Suruh dia mencium jempol kakimu, klik di sini.



MINYAK SAYUR

Kamu menyambar tali tambang yang bergelantungan dan langsung memanjat dengan secepat mungkin. Sayangnya, berhubung selama ini kamu adalah anak alim yang jarang melakukan berbagai macam kenakalan seperti memanjat pohon atau sejenisnya, kamu kurang gesit meski sedang berusaha menyelamatkan nyawamu sendiri. Kamu bisa merasakan tangan besar Bebet memegangi pergelangan tanganmu. Kamu panik dan merogoh ranselmu, mengeluarkan botol minyak sayur, dan mulai menuang isinya secara membabi-buta. Kamu merasa girang saat melihat Bebet kelabakan berjalan di atas tumpahan minyak, lalu tergelincir dan jatuh, tapi kamu tidak punya waktu untuk menikmatinya. Kamu harus menggunakan kesempatan ini untuk menyelamatkan diri. (BP = -10)


Klik di sini untuk melanjutkan.




GERGAJI

Kamu berhasil memanjat ke atas, tapi kini rintangannya adalah lubang yang kamu buat sebelumnya. Di saat kamu sedang terbirit-birit dikejar Bebet begini, kamu tidak sempat berhati-hati lagi. Karena lubang yang kamu buat dengan gergaji cukup halus, kamu berhasil keluar tanpa tergores sedikit pun waktu berusaha merangkak keluar dari dalam lubang itu. (HP=-0)


Klik di sini untuk melanjutkan.




KELUARKAN DIA DARI RUMAH

Kucing itu menjaga pintu belakang dengan tampang sangar dan mengerikan. Tapi sepertinya dia agak waswas terhadapmu lantaran kamu pernah mengeluarkan dia dari rumah. Rupanya kucing itu takut kamu melakukannya lagi. Dia mencakarmu saat kamu berusaha mendekati pintu keluar, tapi tidak mengejarmu lagi. Kamu tidak punya pilihan lain, terpaksa kamu kembali ke ruang depan. (HP=-5)


Klik di sini untuk melanjutkan.




AND THE STORY GOES

Kamu bisa mendengar geraman Bebet dari lubang menuju ruangan bawah tanah itu, semakin lama semakin mendekat. Di belakangmu, Jarvis tampak siap bertempur melawanmu. Saat ini, kamu tidak tahu siapa yang lebih berbahaya: Bebet ataukah Jarvis. Satu-satunya jalan bagimu saat ini adalah menaiki tangga menuju lantai dua. Tapi lantai dua pun tampak sangat berbahaya secara kamu tidak tahu apa yang menunggumu di atas sana. Setidaknya, kini kamu bisa mengakses lemari berisi barang-barang random yang kamu temui di episode 2 kemarin. Kini kamu akan menggunakan salah satu benda itu sebagai senjata.


INSTRUKSI MysteryGame@Area47 UNTUK MINGGU INI:

Hai para peserta MysteryGame@Area47! 

Kirimkan email ke lexiexu47@gmail.com dengan subject yang diisi dengan nama + nama FB/Twitter/Instagram + "The Murderer’s House episode 4" diikuti nama, "HP=" diikuti jumlah HP diikuti "BP=" diikuti jumlah BP, plus jawaban atas pertanyaan ini: 

SENJATA APA YANG KAMU AMBIL? (Pilih antara: gergaji, kapak, palu, tongkat bisbol, golok..)

Kalex tunggu jawabannya sampai enam hari lagi ^^

Good luck, everybody! 

xoxo,
Lexie

No comments: